Misionaris Hati Kudus Propinsi Indonesia

Pentingnya Sabda Allah

(Tahun Imam bersama Yohanes Maria Vianney)

Yohanes Maria Vianey mengatakan bahwa Sabda Tu-han itu sungguh teramat penting. Inilah kata-kata pertama Kristus kepada para rasul-Nya: ”Pergilah dan beritakanlah” ..untuk menunjukkan kepada kita bahwa pewartaan Sabda Tuhan itu di atas segala-galanya.

Agama memberikan ajaran-ajaran Tuhan. Yang membuat orang takut akan dosa, bersemangat mengejar keutamaan-keutamaan, yang merindukan akan surga adalah ajaran-ajarannya. Melalui ajaran-ajarannya, orang menjadi mengerti akan tugas dan kewajibannya, seperti suami – istri, anak-anak, dan lain-lain.

Tetapi sayang, manusia begitu buta dan acuh tak acuh. Karena mereka mendapatkan sedikit pengajaran tentang Sabda Tuhan. Ada sebagian orang yang bahkan tidak dapat mengucapkan Bapa Kami dan Salam Maria untuk mohon kepada Allah yang baik, rahmat untuk mendengarkan Sabda Tuhan dengan seksama dan mem-peroleh banyak keuntungan darinya. Aku percaya, bah-wa seorang yang tidak mendengarkan Sabda Tuhan seperti seharusnya, tidak akan beroleh keselamatan; ia tidak tahu apa-apa yang harus dilakukan agar beroleh keselamatan. Tetapi, bagi seorang yang mendapat pe-ngajaran Sabda Tuhan dengan baik, akan selalu ada pengharapan. Boleh saja ia berkelana di segala macam bentuk kejahatan; tetapi akan selalu ada harapan bah-wa cepat atau lambat ia akan kembali kepada Allah yang baik, meskipun pengharapan itu datang pada saat ajal menjelang. Sebaliknya, seseorang yang tidak penah mendapat pengajaran Sabda Tuhan sama seperti pesa-kitan; seorang pesakitan yang dalam penderitaannya tidak lagi sadar: ia tidak mengerti, baik kedasyatan dosa maupun nilai keutamaan; ia menyeret dirinya dari satu dosa ke dosa lainnya, seperti kain pel diseret di antara kotoran.

Lihatlah, penghargaan yang diberikan Kristus terha-dap Sabda Allah; kepada wanita yang berseru: “Berba-hagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau”. Ia menjawab, “Yang ber-bahagia ialah mereka yang mendengarkan Firman Al-lah dan yang memeliharanya”. Kristus, yang adalah ke-benaran itu sendiri, tidak menganggap Sabda-Nya ku-rang penting disbandingkan Tubuh-Nya. Aku tidak tahu apakah memang lebih buruk mengalami distraksi (=gangguan konsentrasi berupa macam-macam pikiran) selama Misa daripada mengalaminya selama pengajar-an Sabda Tuhan; aku tidak melihat bedanya. Mengalami distraksi selama Misa berarti kita kehilangan rahmat, jasa sengsara dan wafat Kristus, sedang-kan mengalami distraksi selama pengajaran berarti kita kehilangan Sabda Tuhan, yang adalah Ia sendiri. St. Agustinus mengatakan bahwa hal tersebut sama buruknya seperti me-ngambil piala sesudah Konsekrasi, lalu menginjak-injaknya dengan kaki.

Sikap-sikap yang sering terjadi ketika pengajaran sedang berlangsung adalah orang cenderung mengantuk dan tertidur, atau pergi meninggalkannya, mencari apa yang menyenangkan dirinya sendiri, orang merasa diri sudah pintar dan tahu segalanya. Atau menyalahkan pastornya, “para imam hanya suka mengatakan apa yang mereka suka”. Pada hal mereka menyampaikan apa yang ada dalam Injil. Aku berpikir bahwa sebagian umat kristiani yang tidak menghendaki pengajaran–mereka tidak memahami agama mereka dengan baik. Mereka tidak akan mampu untuk mensikapi segala peristiwa dengan bijak dan tepat. Bahkan sikap, kata-kata dan perilakunya bisa dikatakan aneh, karena tidak ma-nusiawi dan mencerminkan diri sebagai orang yang dihidupi oleh Sabda Tuhan. (Dari Jumpri Komda Jateng, Februari 2010)


Tagged as: , ,

9 Tanggapan »

  1. Rm Joni, Congrats...semoga web ini tetap tidak akan mati suri seperti yang sudah sudah...saya yakin dan tau joni pasti bisa karena kesetiaan dan cintamu di bidang media..sekali lagi congratulation...banyak salam dari valencia hahahahah

  2. Hi Jemmy, thanks. Pelan-pelan lah, masih perlu dipercantik lagi, nanti dibuat sambil jalan. Masih 3 website yang sedang dipersiapkan. Hehe.. sudah rindu Badminton neh... Belum cari raket lagi. :)

  3. selamat, semoga Hati Kudus Yesus semakin dikasihi dimana-mana.

  4. Setelah saya baca dimana saja msc berkarya sampai kini, nda disangka sudah begitu luas pelayanannya secara teritori, khususnya di Indonesia. Sy belum mendapat byk info dalam web ini ttg seberapa jauh/luas kategori pelayanannya. Mungkin bagus juga kalau ada keterangan/info sekilas ttgnya. Sy percaya banyak berkat terus terjadi kini dan nanti juga dalam tarekat. Buat pastor Johny smoga sukses slalu di media ini. Saya belum terlalu paham apakah para mantan msc seperti kami ini ada 'space' nya utk berinteraksi lebih jauh. terima kasih. jimmy

  5. Hi Jimmy, terimakasih atas komentarnya. Tentu, karena baru dimulai banyak hal yang masih perlu ditambahkan di sana-sini. Secara singkat tentang misi dan karya MSC ada di page "misi dan karya". Nanti akan lebih diperjelas lagi secara terperinci. Tentu saja tempat ini terbuka juga bagi para mantan. Saya percaya spiritualitas hati itu tidak pernah padam dalam hati dan hidup anda semua. Semoga Hati Kudus Yesus semakin dikasihi di mana-mana!

  6. Hebat! Selamat untuk P. Joni dan MSC semuanya yang sudah menghadirkan website 'cantik' ini. Btw, tidak masukkan link majalah SMILE?

  7. Singkat saja, Pe-Ef.,

    Catatan singkat sementara, seperti yang dikatakan Fanny Nayoan: halaman ini "dibatasi" saja "secara full-screen" seperti ini, dan bukan secara "actual size", sehigga kalau di-scroll ke kanan terdapat halaman kosong yang sangat luas.

    /gw

  8. Selamat kepada msc Indonesia...
    Pada edisi pertama lebih dominan berita dari Jateng.
    Harap edisi berikutnya akan semakin banyak berita dari daerah lain.... saling memperkaya.. Ametur...

  9. Makasih atas tanggapan-tanggapan. Khusus buat Rm. Widyo dan Anton Kuntaryatno yang juga menanggapi melalui milis Pineleng, ternyata ada kode yang hilang dari CSS sehingga ada space terlalu luas di sebelah kanan.

Beri tanggapan


Komentar harus disetujui moderator terlebih dahulu. Cukup click tombol satu kali saja.

Spam Protection by WP-SpamFree

Weboy

Tentang Bapa Pendiri

Jules Chevalier adalah seorang yang memahami bahwa Allah memanggilnya untuk suatu perutusan: mewartakan Cinta Allah kepada semua orang. Baca Selengkapnya

Spiritualitas Hati

Hidup yang disatukan dengan Hati Kristus adalah lebih dari sekedar devosi – itulah inti dari spiritualitas kami sebagai Misionaris Hati Kudus. Baca selengkapnya

Jadi Misionaris Cinta Allah

Lebih dari 2000 imam dan bruder MSC bekerja dalam berbagai macam perutusan di seluruh dunia. Kami hadir di lebih dari 50 negara. Mau bergabung? Hubungi kami di sini