Imam adalah Jantung Hati Kudus Yesus
(Tahun Imam bersama St. Yohanes Maria Vianney)
St. Yohanes Maria Vianey dalam pengajarannya menegaskan bahwa sakramen imamat yang diberikan kepada seorang yang menjadi imam bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk semua orang. Sakramen imamat menaikkan manusia hingga sampai pada Tuhan. Betapa luar biasanya seorang imam. Seseorang yang menduduki tempat Tuhan – seseorang yang diperlengkapi dengan segala kuasa Allah. “Pergilah” demikian Sabda Kristus kepada para imam, “sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengu-tus kamu. KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi, karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku… ba-rangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku”. Ketika seorang imam mengampuni dosa, ia tidak mengatakan ‘Tuhan mengampuni dosa-dosamu’, ia mengatakan “saya mengampuni dosa-dosamu”. Pada saat konsekra-si, imam tidak mengatakan “Inilah Tubuh Kristus”, ia mengatakan “Inilah Tubuh-Ku”.
Kita boleh mengatakan bahwa segala sesuatu kita peroleh melalui imam. Ya, segala suka cita, rahmat, segala kurnia surgawi. Seandainya kita tidak memiliki sakramen imamat, kita tidak akan memiliki Kristus. Siapakah yang menempatkan Ia di sana, dalam tabernakel? Imam. Siapakah yang menerima jiwamu pada saat jiwamu memasuki kehidupan? Imam. Siapakah yang memberikan jiwamu makanan, memberinya kekuatan agar mampu menyelesaikan ziarahnya? Imam. Siapakah yang mempersiapkan jiwamu agar layak di dahapan Tuhan dengan membasuhnya, pada saat terakhir, dalam Darah Yesus Kristus? Imam – selalu imam. Dan apabila jiwamu sampai pada ajalnya, siapakah yang akan membangkitkan-nya, yang mohon agar jiwamu beristirahat dalam tenang dan damai? Sekali lagi imam. Kamu tidak akan dapat memikirkan satu berkat pun dari Tuhan tanpa sekaligus memikirkan juga gambaran seorang imam.
Menghadap Bunda Maria atau para Malaikat,memohon pengampunan atau Tubuh dan Darah Kristus; mereka tidak bisa memberikannya. Tetapi imam, betapa sederhananya dia, mempunyai kuasa untuk melakukannya; ia dapat mengatakan kepadamu, “Pergilah dalam damai; saya mengampuni dosa-dosamu”. Oh, betapa mengagum kan seorang imam. Imam sendiri tidak akan mampu memahami betapa besar kuasa yang diberikan kepadanya hingga ia tiba di surga kelak. Jika saja ia mampu memahaminya di dunia ini, ia akan mati, bukan karena ketakutan, melainkan karena cinta.
Seorang imam bukanlah imam bagi dirinya sendiri; ia tidak dapat mengampuni dirinya sendiri; ia tidak dapat menerimakan sakramen-sakramen pada dirinya sendiri. Seorang imam bukan untuk di-rinya sendiri, melainkan untuk kamu semua. Sesudah Tuhan, imam adalah segalanya. Biarkan suatu paroki tanpa imam selama duapuluh tahun, maka umat akan menyembah berhala. Jika orang hendak membinasakan agama Katolik, mereka akan mulai dengan menyerang para imam, sebab jika tidak ada lagi imam, tidak akan ada lagi kurban, dan jika tidak ada lagi kurban, tidak akan ada lagi agama. Ketika orang pergi ke Gereja untuk ikut Ekaristi, adalah pergi untuk memberi makan jiwa. Di Tabernakel, tempat penyimpanan kami, di mana santapan sejati bagi jiwa kawi disimpan. Dan yang memiliki kuncinya, yang menyimpan makanannya, yang menyiapkan perjamuan dan melayani perjamuan adalah imam! Santapan-nya adalah Tubuh dan Darah Kristus yang mulia. Tuhan memberi kuasa kepada imam; dengan perkataan seorang imam, sekeping roti diubah menjadi Tuhan. Hal ini lebih dasyat dari pada penciptaan dunia. Maka kalau melihat imam, katakanlah: “inilah dia yang menjadikan aku anak Allah, yang membukakan pintu Surga bagiku dengan Sakramen Baptis yang kudus, yang menyucikan aku setelah berdosa, yang memberikan makanan bagi jiwaku”. Imam adalah jantung Hati Yesus. Jika kamu melihat imam, pikirkanlah Tuhan kita Yesus Kristus. (Dari Jumpri Jateng-Kalsel Maret 2010)
Tagged as: imamat, Renungan, tahun imam


Jules Chevalier adalah seorang yang memahami bahwa Allah memanggilnya untuk suatu perutusan: mewartakan Cinta Allah kepada semua orang.
Hidup yang disatukan dengan Hati Kristus adalah lebih dari sekedar devosi – itulah inti dari spiritualitas kami sebagai Misionaris Hati Kudus.
Lebih dari 2000 imam dan bruder MSC bekerja dalam berbagai macam perutusan di seluruh dunia. Kami hadir di lebih dari 50 negara.
Mau bergabung? Hubungi kami di
Entries(RSS)