Ecclesia de Eucharistia
Dalam pertemuan Komunitas Wilayah Timur yang dilaksanakan pada tanggal 3 Februari bertempat di pastoran Wonosobo, Rm. Sukmana mengajak anggota Komunitas Wilayah Timur (Daerah Jateng-Kalsel) untuk merenungkan Ekaristi yang menjadi jiwa kita sebagai religius. Rm. Sukmana mengangkat ensiklik Paus Yohanes Paulus II, Ecclesia de Eucharistia, yang berisi ajaran Gereja Katolik tentang Ekaristi sebagaimana terdapat pada Konsili Trente dan Konsili Vatikan II, dan seluruh tradisi katolik mulai dari Gereja Purba dan dengan du-kungan ajaran Bapa-bapa dan Pujangga-pujangga Gereja. Ensiklik ini menekankan kembali ciri kurban Ekaristi dan bukan saja suatu perjamuan melulu. Ekaristi harus dipersembahkan oleh imam in persona Christi.
Ensiklik ini terdiri dari 6 bab: Ekaristi sebagai misteri iman, Ekaristi membangun Gereja, Ekaristi dan Gereja, Ekaristi dan persekutuan Gerejani, Keluhuran perayaan Ekaristi, dan Bunda Maria wanita dan model penghayatan misteri Ekaristi.
Berangkat dari ringkasan ensiklik itu, para imam berbagi pengalaman soal perayaan Ekaristi. Ekaristi sebagai puncak kehidupan kristiani, pertama-tama imam harus bisa menghargai Ekaristi. Penghargaan itu diwujudkan dengan kemauan un-tuk mempersiapkan lahir dan batin, cara membawakan (merayakan) yang baik dan total – dan bukan untuk diri sendiri (karena ada kesan tidak sedikit imam yang membawakan ekaristi tidak pusing dengan yang lain, semaunya sendiri dan bahkan ada yang asal-asalan), kotbah yang bersumber dari bacaan Kitab Suci dan mendarat dalam kehidupan konkret, penggunaan kata-kata yang pas, mudah ditangkap dan ada pesan yang bisa dibawa pulang oleh umat. Harus disadari bahwa panggilan imam adalah anugerah, bukan jasa kita. Segala persiapan dan cara membawakan yang baik adalah sebagai ungkapan syukur. Dalam sharing ini, bahkan ada yang menggugat dirinya bagaimana selama ini cara berpastoral dan berkatekese, apakah sudah memberikan porsi yang memadai sehubungan dengan Ekaristi, sehingga umat bisa menghargai dan menimba sumber rahmat daripadanya.(Dari Jumpri Jateng-Kalsel, Maret 2010)
Beri tanggapan


Jules Chevalier adalah seorang yang memahami bahwa Allah memanggilnya untuk suatu perutusan: mewartakan Cinta Allah kepada semua orang.
Hidup yang disatukan dengan Hati Kristus adalah lebih dari sekedar devosi – itulah inti dari spiritualitas kami sebagai Misionaris Hati Kudus.
Lebih dari 2000 imam dan bruder MSC bekerja dalam berbagai macam perutusan di seluruh dunia. Kami hadir di lebih dari 50 negara.
Mau bergabung? Hubungi kami di
Entries(RSS)