Misionaris Hati Kudus Propinsi Indonesia

Mengenangkan Romo Henk Loogman MSC

Berita kematian Romo Henk Loogman MSC saya terima sedang memberi program di Port Moresby, PNG, bersama team Cor Novum. Terakhir kali saya bertemu dengan Henk tepatnya satu tahun lalu, di rumah BIARA MSC Purworejo. Waktu itu saya terkejut. Teman kelas saya yang satu tahun sebelumnya masih hidup-hidup, ramai berceritera dan suka melucu, telah berobah menjadi orang yang sangat tenang, dengan sebuah senyum yang seakan-akan mau berkata : semua sudah selesai. Waktu itu saya berpisah dengan perasaan dalam hati bahwa kami berdua tidak akan ketemu lagi di dunia ini.

Kalian yang mengenal Beliau hanya ketika sudah berumur lebih lanjut, sulit bisa bayangkan betapa lincah Henk, juga secara fisik, ketika masih di Seminari Menengah MSC Driehuis dan kemudian di Skolastikat MSC Brummen dan Stein di Belanda. Biasanya Henk memimpin kami, teman-temannya, waktu senam pagi. Dia satu-satunya di antara kami yang mampu meletakkan kakinya di atas punggungnya, di belakang kepalanya ! Karena begitu lincah melompat-lompat, ia seorang penjaga gawang bola kaki yang unggul ! Saya kenal Henk sebagai orang yang antusias dan gembira. Dia seorang teman yang dapat diandalkan, suka tertawa, dan sangat praktis dalam banyak hal.

Henk sudah berangkat ke Indonesia beberapa tahun sebelum saya. Ketika pada tahun 1968, kami ketemu di Pekalongan, Henk baru menemukan bakatnya di bidang penyembuhan cara magnetisme. Ia sendiri masih sedang belajar bagaimana mengolah dan menerapkan kekuatan batin yang luar biasa itu. Pada waktu itu, teman-teman misionaris dari Belanda tidak semua setuju ketika Henk mulai mempraktekkan karunia diagnosa dan penyembuhan untuk membantu orang-orang sakit. Perlawanan dari konfrater-konfrater membuat hatinya sedih dan kadang-kadang ia sendiri ragu-ragu entah tepatlah jalan yang ditempuhnya yaitu menggabungkan praktek pengobatannya dengan karya pastoral sebagai pastor paroki. Pernah ia sendiri mengaku bahwa, andaikatya sebelumnya ia mengetahui apa yang akan dialami, ia mungkin tidak pernah mulai dengan praktek pengobatan alternatif itu. Baru beberapa tahun kemudian, sesudah ternyata begitu banyak orang terbantu oleh daya pengobatannya, penerimaan dan penghargaan menjadi cukup umum dalam kalangan umat dan para konfrater. Tetapi Henk sendiri sadar bahwa hal memakai tenaga batin itu untuk menyembuhkan orang lain, menuntut amat banyak dari kondisi fisiknya, dan bahwa ia tidak akan berumur panjang.

Henk selalu siap membantu baik para konfrater maupun kaum miskin. Ketika saya rektor di Seminari Pineleng, dan terasa adanya kebutuhan untuk memperluas dan merenovasi kapel Seminari, dengan sekaligus menambah suatu aula besar di antara kapel dan refter, saya hubungi Henk. Henk langsung memperkenalkan proyek Seminari itu kepada teman-temannya, antara lain di Bogor. Di bawah koordinasi Henk dan dalam waktu singkat, dengan murah hati mereka mengumpulkan dana untuk Seminari Pineleng. Di antara mereka ada seorang bapak arsitek dari Malang, yang oleh Henk diperkenalkan kepada kami, dan yang secara spontan menyumbang seluruh jalan salib dari kayu yang berukiran indah di kapel Seminari.

Sangat mengesankan juga bagi saya ketika pada malam pembukaan Pusat Pengobatan dan Rumah Biara MSC di Purworejo, saya ketemu dengan para tamu. Saat makan bersama-sama, hadirlah di antara para tamu banyak tukang becak dan pedagang kaki lima. Mereka diundang oleh Henk, karena kenal baik dengan Beliau, yang sering membantu anak-anak mereka dengan uang sekolah.

Karena sifatnya spontan, jujur dan terbuka, Henk gampang bisa bergaul dengan orang dari segala lapisan masyarakat. Dalam bahasa Belanda kami bilang “een man met zijn hart op de juiste plaats”: orang yang mempunyai hati pada tempat yang tepat. Sungguh seorang teman dan konfrater yang telah menjadi Misionaris Hati Kudus Yesus dengan segenap hati! “TUHAN telah memberi, TUHAN telah mengambil. Terpujilah nama TUHAN!" (Hans Kwakman MSC, Port Moresby 9 Maret 2010.)

Hans Kwakman msc
Centre International "COR NOVUM"38
Place du Sacre Coeur -B.P. 154 F-36105
ISSOUDUN CEDEX
FRANCE


Tagged as: , ,

4 Tanggapan »

  1. Berikut sharing dari Rm. A. Sujoko Hadiwardoyo, MSC:

    Saya mendengar berita meninggalnya Rm Loogman dari sms ketika saya berada di Makassar untuk urusan STFSP. Saya pulang dan membuka email kemudian menemukan sharing dari Pater Hans Kwakman yang di antara banyak kenangan indah yang disebutkan, ternyata Rm Loogman juga menyumbang banyak dan mencari penyumbang untuk membangunan aula dan kapel seminari. Saya sudah mengenal Rm Loogman sebagai romo paroki atau romo yang tinggal di paroki Purworejo sejak saya mudika dan mau masuk seminari. Umat melihat Rm Loogman seperti Tuhan Yesus. Ia pandai menyembuhkan orang sakit. Wajahnya cerah dan bersih dan kalau merayakan ekaristi begitu khitmad dengan aksen belanda. Setiap kali saya pulang ke Purworejo baik waktu masih di seminari maupun setelah jadi imam, saya selalu singgah makan bersama Rm Loogman. Badannya besar, suaranya keras dan berguraunya ramai sekali. Saya jadi ingat semua itu pada saat mendengar berita Rm Loogman sudah pergi untuk selamanya. Saya sempat terpikir untuk pulang ke Purworejo untuk ambil bagian dalam doa-doa dengan umat yang hadir di gereja Purworejo, Namun justeru hari Rabu dan Kamis itulah hari paling padat untukku. Maka saya ingin mendoakan Romo Loogman bersama dengan Paguyuban Katolik Jawi di Manado nanti malam, Rabu jam 19.00 yang akan mengadakan pertemuan bulanan.

    Saya membayangkan pasti sangat banyak orang datang dari mana-mana untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengucapkan rasa terimakasih atas penyembuhan yang sudah Tuhan berikan kepada mereka dengan perantaraan Rm Loogman. Rumah Pengobatan Alternatif itu sendiri merupakan saksi nyata dari pelayanan Rm Loogman yang penuh kasih. Selamat jalan Rm Loogman, kesaksian hidupmu memperkuat iman kami.

    Sujoko msc

  2. Saya mengenal Romo Loogman dari orang tua saya yg pernah konsultasi dengan beliau .. saya hanya mengenal nama beliau saja tetapi tidak pernah bertemu langsung.
    Ketika suami saya ditugaskan sebagai Dandim di purworejo banyak senior dan teman2 kristiani bahkan non muslim yang mengatakan pada saya kalo mereka minta jalur khusus via kodim kalau mau ke pengobatan Romo Loogman karena infonya tiap hari selalu penuh pasien dan harus antri, karena masih belum paham kami hanya mengatakan "siap .. siap" bahkan ada beberapa yang mengatakan kalau bisa bertemu dengan Romo Loogman langsung itu rejeki nomplok, diberkati Tuhan ... hehehehe ....
    seiring dengan waktu berjalan ternyata ketemu Romo Loogman itu tidak sesulit dan seheboh yang dikatakan orang (sekarang saya suka senyum2 sendiri mengenang hal itu) bukan karena suami saya Dandim tapi saya diberitahu kapan waktu2 yang tidak sibuk supaya bisa bertemu Romo Loogman dan saya paham kenapa dibilang rejeki nomplok kalau bisa di tangani Romo langsung karena Romo Loogman sdh mulai terbatas geraknya dan harus lebih banyak istirahat ... hehehe (tapi yang ini tidak saya sampaikan kepada teman2 agar tidak kecewa .. saya hanya katakan kalau Romo berkenan dan sehat bisa menemui langsung)

    Pada waktu ulang tahun imamat beliau kami diundang ke misa perayaan ulang tahun Beliau, kami hanya bisa membawakan kue tart kecil biasa .. beberapa hari kemudian saya menerima ucapan terimakasih dari Beliau berupa foto saya dan suami sedang menyalami Beliau disertai tanda tangan ... saking bahagianya saya pajang foto itu di ruang tamu rumah saya.

    Banyak sekali kenangannya .. ini masih belum selesai .. selama 2,5 tahun sampai sekarang saya merasa dekat dengan Beliau meskipun hanya melalui perantara Romo Wignyo dan Romo2 lain .. itulah ketika saya mendengar berita wafatnya Romo Loogman saya langsung heboh cari berita sana sini lalu saya sebarkan dalam status di jaringan facebook .. ketika saya mendoakan Romo di depan altar saya menangis (sampai tidak sadar hanya tinggal saya dan seorang lagi yg berdiri didepan padahal misa akan segera dimulai ...)

    selamat jalan Romo Loogman .. Rest In Peace
    "jangan lupa sama saya ya Romo kalau bertemu Tuhan Yesus di surga"

    Christine Bintang
    Purworejo

  3. Kami telah memuat 2 tulisan tentang romo Loogman di online media Catholic Daily Indonesia. Bila diperlukan mohon bantu untuk Anda memberi tanggapan di:
    http://www.catholicdailyindonesia.com/selamat-jalan-romo-loogman/#more-516 dan http://www.catholicdailyindonesia.com/in-memoriam-romo-henk-loogman-msc Terima kasih.

  4. Beliau pernah membantu kesembuhan ibu saya dan saya sendiri. Telapak tangannya yang besar menutup muka saya selama kira-kira 3 menit. Rasanya hangat. Tercium bau wangi sabun. Demikianlah beliau menyembuhkan dan mendoakan saya ...kenangan yang selalu saya ingat. terimakasih romo. selamat jalan romo.

Beri tanggapan


Komentar harus disetujui moderator terlebih dahulu. Cukup click tombol satu kali saja.

Spam Protection by WP-SpamFree

Weboy

Tentang Bapa Pendiri

Jules Chevalier adalah seorang yang memahami bahwa Allah memanggilnya untuk suatu perutusan: mewartakan Cinta Allah kepada semua orang. Baca Selengkapnya

Spiritualitas Hati

Hidup yang disatukan dengan Hati Kristus adalah lebih dari sekedar devosi – itulah inti dari spiritualitas kami sebagai Misionaris Hati Kudus. Baca selengkapnya

Jadi Misionaris Cinta Allah

Lebih dari 2000 imam dan bruder MSC bekerja dalam berbagai macam perutusan di seluruh dunia. Kami hadir di lebih dari 50 negara. Mau bergabung? Hubungi kami di sini