Misionaris Hati Kudus Propinsi Indonesia

Terpanggil Memperjuangkan Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan

Spiritualitas keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan adalah nilai dasar yang telah dan sedang dihidupi oleh para Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) di Indonesia. Sehingga, memperjuangkan keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan dalam kehidupan bersama menjadi panggilan hidup setiap anggota Kongregasi Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC).

Bertempat di Karanganyar, Kebumen, JawaTengah, pada tanggal 16-19 Maret 2010, Promotor JPIC MSC Indonesia melakukan pelatihan “Spiritualitas Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan” kepada tujuh belas (17) novis calon biarawan MSC di Biara Novisiat MSC, Karanganyar-Jawa Tengah. Tujuh belas (17) novis ini merupakan kelompok dampingan Promotor JPIC MSC yang potensial untuk mengembangkan dan memberdayakan dirinya dalam semangat memperjuangkan keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan di Novisiat MSC Karang Anyer, Jawa Tengah.

Wakil Propinsial MSC Indonesia, Pastor Albert Jamlean, MSC., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kebutuhaan dan komitment dari Tarekat MSC Indonesia. “Kegiatan ini didasarkan pada kebutuhaan akan pengenalan dasar-dasar spiritualitas JPIC dalam penghayatan hidup dan pengembangan kapasitas tujuh belas novis calon MSC yang sudah menjadi kebutuhan tarekat MSC Indonesia. Dan diharapkan agar JPIC MSC dapat memiliki tenaga-tenaga yang terlatih untuk memperjuangkan nilai-nilai spiritualitas JPIC di masa mendatang”, ungkapnya di sela-sela pelatihan.

Dari hati

Gerakan keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan (selanjutnya disingkat: JPIC) adalah suatu gerakan atau usaha untuk memperjuangkan keadilan, damai dan keutuhan ciptaan. Gerakan JPIC ini semakin gencar dikembangkan dan semakin mengglobal. Ada kemendesakan karena semakin besar pula praktek ketidakadilan. Kedamaian hidup manusia terusik dan alam kita semakin rusak yang membawa akibat buruk bagi hidup manusia sendiri. Hak hidup manusia maupun makluk ciptaan lain di bumi ini perlu diperjuangkan dan dilestarikan.

Sehingga, “memperjuangkan JPIC adalah panggilan semua orang yang berkehendak baik. Hanya ada banyak orang yang belum tahu dan sadar betapa pentingnya memperjuangan JPIC ini. Kalau kita sebagai MSC mau terlibat dalam gerakan ini, apakah karena kita hanya ikut ramai? Tidak. Kita terlibat dengan sadar dan mau, terlebih karena desakan dari dalam diri kita, dari hati kita yang terinspirir oleh ajaran Yesus Sang Guru”, ungkap Fr. Toar.

Sementara itu, bagi Fr. Edwin Wollah, perjuangan JPIC adalah kita merenungkan Yesus Kristus yang bersatu dengan BapaNya. Dipenuhi oleh Roh Kudus, Yesus mengucap syukur kepada BapaNya sebab Ia telah menyatakan DiriNya kepada orang-orang kecil; karena Dia adalah HambaNya yang amat melibatkan diri dengan kaum miskin dan berdosa. Ia bahagia kalau Ia dapat mencurahkan kelembutan hatiNya kepada yang kecil dan miskin, kepada mereka yang menderita dan berdosa, kepada umat manusia dalam segala kesengsaraannya. Bila melihat kemalangan apapun HatiNya tergerak oleh belaskasih” (Konst. MSC. No. 6).

Dalam diri mereka yang miskin dan hina dina dan dalam setiap orang yang menjadi korban ketidakadilan dan kekerasan, kita hendaknya melihat wajah Kristus. Ia meminta agar kita membawa cinta kasihNya ke dalam hidup mereka. Dalam menanggapi seruanNya kita hendak menunjukkan belaskasih kepada mereka dengan bekerja penuh keberanian agar supaya hak-hak mereka sebagai manusia dijamin dan hati para penindasnya berubah,” (Konst. N0. 22), ungkap Fr. Edwin Wollah dalam refleksi pribadinya.

Membawa orang-orang lain kepada Allah

Sambil mengikuti teladan Yesus, kita hendak berusaha untuk membawa orang-orang lain kepada Allah dengan kebaikan hati dan kelemah lembutan, mempersatukan mereka dengan Dia dalam cinta dan membebaskan mereka dari rasa ketakutan. Dengan menaruh kepercayaan akan rahmat Allah kita akan rela, apabila perlu untuk menyerahkan hidup kita bagi mereka (Konst. No. 12).

Menurut Fr. Nicholas Jamrewav, bahwa penderitaan dan kemarginalan dalam pelbagai bentuk secara spiritual, ekonomis, fisik dan etnis kultural seperti kaum miskin, menderita dan tertindas sekarang ini diakibatkan oleh mentalitas kapitalistik yang tamak dan haus akan kekayaan. Atau dalam bahasa Pater Chevalier akibat dari dua penyakit yaitu egoisme dan indiferentisme (sikap acuh tak acuh).

Oleh karena itu, pelatihan JPIC ini untuk mengembangkan kemampuan, minat dan bakat dalam memperjuangkan keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan bagi Novis MSC, dan melatih peserta untuk memiliki kepekaan sosial terhadap persoalan keadilan sosial, perdamaian dan keutuhan ciptaan.

Pelatihan Spiritualitas Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (JPIC) yang berbasis pada karisma dan spiritualitas Pater Pendiri Konggregasi MSC, Pater Jules Chevalier, menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembinaan para novis konggregasi MSC di Novisiat MSC, yang beralamatkan di Jl. Revolusi, no. 10, Karanganyar, Jawa Tengah. Hal ini dilandasi oleh komitmen bersama para anggota Kongregasi MSC, yang dinyatakan dalam dua Kapitel MSC Propinsi Indonesia, yaitu Kapitel MSC Propinsi Indonesia di Tomohon, Sulawesi Utara, dan Kapitel MSC Indonesia di Merauke, Papua. [AF. Wensi].


Tagged as: ,

2 Tanggapan »

  1. wah keren yah ada usaha penyadaran gerakan JPIC . DUlu juga angkatan saya dapat proses seperti ini. JPIC sebenarnya adalah tugas perutusan sebagai MSC. Tapi kata "menunjukan belaskasihan" sebagaimana ada dalam statuta menggelitik hati saya, mungkin saya belum bisa memberikan sebuah kalimat yang tepat untuk mendeskripsikan "kegelitikan hati" tapi koq terkesan tarekat kita adalah tarekat para pahlawan !

  2. Dalam konstitusi tertulis "belaskasih" bukan "belaskasihan". Barangkali perlu mendalami apa makna "belaskasih" = "compassion" yang sesungguhnya. Mempunyai "compassion" tidak harus menjadi pahlawan.

Beri tanggapan


Komentar harus disetujui moderator terlebih dahulu. Cukup click tombol satu kali saja.

WP-SpamFree by Pole Position Marketing

WordPress Blog

Tentang Bapa Pendiri

Jules Chevalier adalah seorang yang memahami bahwa Allah memanggilnya untuk suatu perutusan: mewartakan Cinta Allah kepada semua orang. Baca Selengkapnya

Spiritualitas Hati

Hidup yang disatukan dengan Hati Kristus adalah lebih dari sekedar devosi – itulah inti dari spiritualitas kami sebagai Misionaris Hati Kudus. Baca selengkapnya

Jadi Misionaris Cinta Allah

Lebih dari 2000 imam dan bruder MSC bekerja dalam berbagai macam perutusan di seluruh dunia. Kami hadir di lebih dari 50 negara. Mau bergabung? Hubungi kami di sini