Misionaris Hati Kudus Propinsi Indonesia

Fr. Diakon Samuel Anak Agung Made Putrayasa, MSC Ditahbiskan Imam

Satu lagi Frater Diakon dari Tarekat MSC ditahbiskan menjadi iman bersama dengan tujuh frater diakon Projo Keuskupan Manado pada hari Sabtu, 12 Juni 2010 yang lalu oleh Uskup Manado Mgr. Josef Suwatan, MSC.

Frater diakon tersebut adalah Fr. Samuel Anak Agung Made Putrayasa, MSC. Ia ditahbiskan bersama dengan Fr. Donny Rotinsulu Pr, Fr. Stevanus Langitan, Pr, Fr. Robert Mawuntu, Pr, Fr. Steyvi Mottoh, Pr, Fr. Akrarius Labia, Pr, Fr. Johanes Mewengkang, Pr, dan Fr. Alexander Tamagendar, Pr.

Mgr. Yos (sapaan uskup), setelah mendengar kesaksian umat lewat Keluarga Pantouw Rumampuk (Johanis dan Selvie) dan mempertimbangkan dengan matang menerima kesanggupan delapan frater diakon itu dengan menahbiskannya.

Upacara tahbisan imam baru itu dilakukan dalam suatu perayaan ekaristi dipimpin Mgr. Josef Suwatan, MSC., didampingi oleh Provinsial MSC Indonesia Pastor Johanis Mangkey, MSC., Rektor Seminari Tinggi Hati Kudus Pineleng Pastor Damianus Pongoh, Pr., dan puluhan imam se-keuskupan Manado di Gereja Hati Tersuci Maria Katedral Manado, Sabtu, 12/6.

Ratusan umat termasuk orangtua imam baru menyaksikan peristiwa penting tersebut. Koor Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado dan musik bambu dari satu daerah di Minahasa turut menyemarakkan acara yang didahului misa dilanjutkan ramah tamah bersama dan sambutan – sambutan itu. Acara disiapkan panitia di bawah pimpinan Susanto Adriaan.

Mgr. Yos menegaskan, pentahbisan ini merupakan simbol persembahan diri, pengorbanan diri, yakni persembahan dan pengorbanan diri untuk Kristus, melanjutkan karya keselamatan dan meneruskan tugas imamat (kuasa) Kristus di dunia ini.

Mgr. Yos berharap, semoga Allah yang telah memulai karya baik ini yang sudah tumbuh dan berkembang sampai saat ini akan diselesaikan juga dengan baik sesuai janji-Nya.

Salah seorang imam baru, mewakili rekan – rekannya mengungkapkan bahwa tahbisan ini merupakan suatu anugerah, berkat yang diberikan Tuhan. Kendatipun demikian, dia menilai, anugerah itu punya konsekuensi dalam tugas perutusan yang akan dijalani mereka. “Dengan imamat yang kami terima itu berarti kami harus berani menerima segala konsekuensi,” tuturnya.

Dengan kerendahan hati, dia atas nama rekan – rekannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak baik orang tua, pembina atau pembimbing saat di seminari, umat maupun pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan andil yang cukup besar sehingga mereka berani mengikrarkan janji setia sebagai imam.

Drs. Johanis Pantouw mewakili umat dalam sambutannya berharap para imam baru ini dapat melanjutkan tugas perutusan sebagai imam di mana pun ditempatkan. “Ketika sudah memilih untuk menjadi imam, itu berarti telah siap dan rela menjalankan tugas dan panggilan tersebut dengan baik,” ujar Ketua DPP Stella Maris Bitung ini. Alex Alexius/Jonast.


Tagged as: , , ,

1 Tanggapan »

  1. Proficiat! Semoga selalu setia seperti Kristus sendiri.

Beri tanggapan


Komentar harus disetujui moderator terlebih dahulu. Cukup click tombol satu kali saja.

Spam Protection by WP-SpamFree

WordPress Blog

Tentang Bapa Pendiri

Jules Chevalier adalah seorang yang memahami bahwa Allah memanggilnya untuk suatu perutusan: mewartakan Cinta Allah kepada semua orang. Baca Selengkapnya

Spiritualitas Hati

Hidup yang disatukan dengan Hati Kristus adalah lebih dari sekedar devosi – itulah inti dari spiritualitas kami sebagai Misionaris Hati Kudus. Baca selengkapnya

Jadi Misionaris Cinta Allah

Lebih dari 2000 imam dan bruder MSC bekerja dalam berbagai macam perutusan di seluruh dunia. Kami hadir di lebih dari 50 negara. Mau bergabung? Hubungi kami di sini