Tentang Kami
Misionaris Cinta Allah
Kami disebut sebagai para Misionaris Hati Kudus Yesus. Singkatan “MSC” yang ada di belakang nama kami berasal dari nama kami dalam bahasa Latin, Missionarii Sacritissimi Cordis. Mungkin kami lebih dikenal dari singkatan “MSC” tersebut.
Kongregasi kami didirikan oleh seorang imam muda di Perancis, Jules Chevalier. Pada masa pembinaannya di seminari beliau mengalami cinta Allah yang mengubah hidupnya. Pada tahun 1854, ketika ia berusia 30 tahun, ia membentuk sebuah kelompok kecil yang terdiri dari imam-imam yang mempunyai ketergerakan yang sama. Kelompok inilah komunitas MSC yang pertama yang didirikan dibawah perlindungan Maria yang kemudian ia beri gelar “Bunda Hati Kudus.”
Mengejawantahkan Cinta Allah
Komunitas kecil tersebut memiliki cita-cita global. Namun demikian mereka membaca tanda-tanda zaman secara lokal, dalam konteks Perancis yang telah semakin terjangkiti oleh sekularisme. Yakin bahwa cinta Allah adalah obat yang mujarab bagi penyakit-penyakit zaman itu, mereka memulai membangun kembali vitalitas iman mulai dari sebuah kota kecil Issoudun, sekitar 250 km sebelah selatan Paris.
Pengejaran dan penganiayaan karena agama yang memaksa mereka terpencar justru menjadi kesempatan untuk memperluas wilayah misi mereka. Lebih dari 150 tahun sejak didirikan di Issoudun, kami saat ini hadir di 54 negara dan telah berjumlah lebihd ari 2000 imam dan bruder.
Tarekat kami tidak didirikan dengan suatu perutusan khusus sehingga kami bekerja dalam pelayanan dan perutusan yang beranekaragam. Akan tetapi semuanya adalah usaha kami untuk menjawab tanda-tanda jaman, menuntun semakin banyak orang kepada pengalaman yang lebih mendalam akan cinta Allah bagi mereka dan membuat cinta itu riil dalam kondisi konkret hidup mereka.
MSC Provinsi Indonesia
Kehadiran MSC di Indonesia diawali dengan kedatangan Pater Matthias Neyens MSC dan Pater Henricus Geirtjens MSC di Langgur, Kepulauan Kei, pada tanggal 28 Nopember 1903, untuk memulai karya mereka di Prefektur Apostolik “Guinea Baru”, yang mencakup wilayah Maluku dan Papua Barat. Kemudian pada tanggal 14 Agustus 1905 dua imam MSC, Pater H. Nollen MSC, Pater Braun MSC, dan dua Bruder MSC, Bruder Van Roessel MSC dan Bruder Oomen MSC tiba di Papua. Mereka tinggal dan mulai berkarya di Merauke, bagian selatan Papua.
Kedatangan semakin banyak anggota MSC yang datang dengan semangat missioner yang tinggi, telah berperan besar dalam penyebaran Kabar Baik Cinta Allah di wilayah Indonesia yang luas dan perkembangan jumlah anggota MSC dari Indonesia sendiri.
Dalam kapitel di Sindanglaya pada tahun 1971, para anggota memutuskan untuk mendirikan MSC Propinsi Indonesia. Keputusan tersebut diterima dan disetujui oleh Konferensi Umum di Roma pada tanggal 6 Oktober 1971. Dengan demikian pada saat itu MSC Propinsi Indonesia secara resmi berdiri.
Anggota MSC Propinsi Indonesia kini telah berjumlah 335 orang dan saat ini tinggal dan berkarya di 8 daerah: Palembang, Jakarta, Kalimantan Barat, Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Tengah. Beberapa anggota kini tinggal dan berkarya di luar negeri seperti di Amerka Serikat, Australia, Kepulauan Pasifik, Papua Nu Gini, Jepang, Perancis dan Ekuador.
Kami semua hidup sebagai saudara, kebanyakan dalam komunitas, berbagi hidup, doa, dan perutusan. Keragaman perutusan dan pelayanan kami menampakkan luasnya kepedulian kami terhadap kebutuhan yang ada tengah-tengah masyarakat dan beragamnya rahmat yang diterima oleh anggota-anggota Tarekat kami.





Jules Chevalier adalah seorang yang memahami bahwa Allah memanggilnya untuk suatu perutusan: mewartakan Cinta Allah kepada semua orang.
Hidup yang disatukan dengan Hati Kristus adalah lebih dari sekedar devosi – itulah inti dari spiritualitas kami sebagai Misionaris Hati Kudus.
Lebih dari 2000 imam dan bruder MSC bekerja dalam berbagai macam perutusan di seluruh dunia. Kami hadir di lebih dari 50 negara.
Mau bergabung? Hubungi kami di
Entries(RSS)
selamat siang......saya ingin sekali mengenal lebih jauh tentang MSC, kalau mau bergabung berapa usia maksimal, dan apakah kalau sudah bekerja bisa diperbolehkan masuk.....
Dear Toni Susilo,
tentu saja mereka yang sudah dewasa dan sudah bekerja pun boleh bergabung besama kami. Untuk lebih jelasnya, sliahkan menghubungi Komisi Panggilan Tarekat MSC di: budimsc@gmail.com.
warm regards.
selamat malam. saya ingin tanya kemana harus aku cari surat2 dari Pastor TH DEUILING
dan pastor Jos Kranen dari Tilburg yang bertugas sekitar tahun 1907
Yang waktu itu Missionaris di Hollat Kei besar maluku tenggara?
Juga kalau ada surat2 dari pastor H GEURTJENS juga bertugas disana
karena melalui kenalan yang kerja di papua aku cuma dapat surat sepotong2
mengenai penduduk kei jadi sedikit asal orang tuaku karena orang tuaku sudah meninggal dan juga tete dan nene ku sehingga aku tak bisa tanya mereka asal usulku
tapi dengan bantuan surat2 dari pastor2 tersebut aku bisa menyusun bagaimana tetek nenek moyang saya melalui surat2 tersebut yang di kirim ke uskupan di Tilburg Belanda
sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih
Sambil menanti jawaban Bapa / Ibu
Dear Kerestina,
Barangkali anda bisa mencoba bertanya kepada Bapak Uskup Andreas Sol di Ambon.
Salam,
misacorindo.
Salam dalam Kasih..
saya ingin bertanya,apa saja syrat untuk menjadi Bruder di MSC?
GBU.
Jakarta, 21 Agustus 2012
Selamat siang.
Saya ingin tahu di mana Pastor Tarcisius Leisubun, MSC, berkarya.
Terima kasih atas perhatian dan bantuannya.
Salam damai Kristus.
Pastor Tarsis Leisubun saat ini bertugas di Paroki St Yoseph Palembang, Jl. Jenderal Sudirman 128 C - Palembang.
Terima kasih.
Terima kasih banyak atas informasinya, Romo. Tuhan memberkati dalam karya Romo selamanyaaaaa.... Ameeeennnn!
Mohon bimbingannya...saya lagi bingung menentukan "pegangan" dalam hidup saya...saya merasa sendiri dan entah pada siapa harus mengadu...pada siapa harus menyembah,,,pada siapa harus meminta dan berdo'a...tunjukkan saya jalan yang benar...
Shalom, selamat siang dan berkah dalem. Saya mau tanya kalo Romo Y L K Wisnu Agung Widodo MSC sekarang berada dan berkarya dimana? thx
Tiar yang baik,
Rm. Wisnu sedang menjalani kursus di Manila, Philippines.
Salam.