Tuhan, Makacih Neh!
Perjumpaan-Perjumpaan dalam Perjalanan yang Meneguhkan
Ini adalah sebuah kisah pengalaman perjalanan menuju Wamena (Papua) tahun 2011. Pada waktu itu saya transit di Bandara “Sentani” Jayapura untuk beberapa saat. Di sana saya membaca sebuah himbauan terpampang di dinding ruang tunggu yang bertuliskan, “Terima kasih Anda tidak meludah pinang di tempat ini.” Dan di dinding sebelah bertuliskan, “Terima kasih Anda tidak merokok.” Bagi saya tulisan dan ucapan Terima kasih tersebut tidak berarti apa-apa, karena saya tidak menghisap rokok dan menikmati sirih-pinang. Namun, barangkali ucapan terima kasih itu amat berati bagi mereka yang ketagihan merokok dan penikmat sirih-pinang untuk sementara waktu tidak menikmatinya.
Read MoreRomo Itu Pastor atau Imam Sih?
Sebuah penelusuran kata-kata: Othak-athik Gathuk
Ketika saya menghadiri sebuah acara di Seminari Agung – Pineleng, ada rasa kaget namun juga heran. Dalam kata-kata pembukaannya, master of ceremony berkata, “Yang terkasih Romo Joko dan yang terhormat Pastor Julius serta yang mulia Pater Rektor, Pastor Ventje….” Disebut romo karena Romo Joko adalah orang Jawa. Disebut pastor, karena Pastor Julius adalah orang Manado dan disebut Pater karena Pastor Ventje adalah rektor Seminari.
Read MorePendidikan atau Pengajaran
Sebuah penelusuran kata-kata: Othak-athik Gathuk
Sering saya dibingungkan dengan istilah teacher (pengajar) dan educator (pendidik). Saya akan mencoba meng-othak-athik (menelurusi sekenanya) dan semoga gathuk (bertemu dan cocok). Di sini saya gunakan kata “mencoba” dan “semoga”. Jadi seandainya tidak berhasil menemukan “kecocokannya” yah maklum adanya.
Read MoreBerkah Dalem
Sebuah penelusuran kata-kata: Othak-athik Gathuk
Di Merauke – Papua, ada paguyuban orang jawa Katolik yang bernama “Paguyuban Sanjaya” yang secara rutin mengadakan pertemuan setiap minggu ke-4 dalam bulan. Biasanya selesai ibadat sabda, kami semua disuguhi makanan khas jawa: jangan lodheh, tempe-tahu, gudheg, thiwul, pecel dan nyamikan-nya: kalamuncang, rondho royal, semar mendem serta minumannya wedang rondhe. Lagu-lagunya pun campur sari dari Manthous alm.”Randha Kempling” Sebagai obat kangen kampung halaman.
Read MoreBiarlah Kakiku Yang Satu Dipotong
Perjumpaan-Perjumpaan dalam Perjalanan yang Meneguhkan
Minggu, 29 April 2012, saya mengadakan perjalanan dari Bitung – sebuah kota pelabuhan – menuju Lotta – Pineleng. Tentu saja, perjalanan ini melewati tempat-tempat yang bersejarah. Pertama-tama saya mampir di Maumbi, 10 kilometer arah timur Manado. Di sana pula saya sempat melihat monumen Maria Walanda Maramis (1872 – 1924), “pendidik kaum perempuan” dan hingga detik ini “spirit emansipasi”-nya masih sangat kentara.
Read MorePamer
Tahun 2010, setelah landing di Bandara Selaparang, saya singgah di salah satu keluarga di Narmada – Lombok. Tuan rumah menyuguhi makanan yang lezat yaitu “Ayam Bakar Taliwang”. Rasanya sebanding “bebek rica-rica” a la Manado. Sembari menikmati masakan yang lezat tersebut, saya memerhatikan foto-foto yang mengenakan toga sebagai simbul sarjana. Seingatku keluarga ini memiliki lima anak, tetapi yang dipasang hanya empat. Kemudian saya mencoba bertanya kepada tuan rumah, “Ibu, bukankah ada lima anak, kenapa yang satu tidak dipasang fotonya?” Ibu itu dengan malu-malu kucing berkata, “Anak yang nomor empat tidak sekolah, jadi tidak ada fotonya.”
Read More






Komentar Terbaru